APA ITU INFRAMERAH ???
Cahaya infra merah merupakan
cahaya yang tidak tampak. Jika dilihat dengan dengan spektroskop cahaya maka
radiasi cahaya infra merah akan nampak pada
spektrum elektromagnet dengan panjang gelombang di atas panjang gelombang
cahaya merah. Dengan panjang gelombang ini maka cahaya
infra merah ini akan tidak tampak oleh mata namun radiasi panas
yang ditimbulkannya masih terasa/dideteksi.
Pada dasarnya komponen yang
menghasilkan panas juga menghasilkan radiasi infra merah termasuk tubuh manusia
maupun tubuh binatang. Cahaya infra merah, walaupun mempunyai panjang gelombang
yang sangat panjang tetap tidak dapat menembus bahan-bahan yang tidak dapat
melewatkan cahaya yang nampak sehingga cahaya infra merah tetap mempunyai
karakteristik seperti halnya cahaya yang nampak oleh mata.
Pada pembuatan komponen yang dikhususkan untuk penerima
infra merah lubang untuk menerima cahaya (window)
sudah dibuat khusus sehingga dapat mengurangi interferensi dari cahaya
non-infra merah. Oleh sebab itu sensor infra merah yang baik biasanya
jendelanya (pelapis yang terbuat dari silikon) berwarna biru tua keungu-unguan.
Sensor ini biasanya digunakan untuk aplikasi
inrfa merah yang digunakan diluar rumah (outdoor).
Alasan Menggunakan
Infra Merah ?
Sejak ditemukannya radio maka
penggunaannya semakin lama semakin banyak dan berbagai macam. Hal ini
menimbulkan permasalahan yaitu padatnya jalur komunikasi yang menggunakan
radio. Bisa dibayangkan jika pada suatu kota terdapat puluhan stasiun pemancar
radio FM dengan bandwidth radio FM yang disediakan antara 88 MHz – 108 MHz.
Tentunya ketika knob tunning diputar sedikit maka sudah ditemukan stasiun radio
FM yang lain. Ini belum untuk yang lain seperti untuk para penggemar radio
kontrol yang juga menggunakan jalur radio. Bahkan untuk pengontrollan pintu
garasi juga menggunakan jalur radio. Jika kondisi ini tidak ada peraturannya
maka akan terjadi tumpang tindih pada jalur radio tersebut.
Alternatifnya yaitu dengan
menggunakan cahaya sebagai media komunikasinya. Cahaya dimodulasi oleh sebuah
sinyal carrier seperti halnya sinyal radio dapat membawa pesan data maupun
perintah yang banyaknya hampir tidak terbatas dan sampai saat ini belum ada
aturan yang membatasi penggunaan cahaya ini sebagai media komunikasi.
Spektrum Cahaya dan
Respon Mata Manusia
Pada dasarnya penggunaan modulasi
cahaya penggunaannya tidak ada batasnya namun modulasinya harus menggunakan
sinyal carrier yang frekuensinya harus sangat tinggi yaitu dalam orde ribuan
megahertz. Biasanya modulasi dengan frekuensi carrier yang tinggi ini digunakan
untuk madulasi sinar laser atau pada transmisi data yang menggunakan media
fiberoptic sebagai media perantaranya. Untuk transmisi data yang menggunakan
media udara sebagai media perantara biasanya menggunakan frekuensi carrier yang
jau lebih rendah yaitu sekitar 30KHz sampai dengan 40KHz. Infra merah yang
dipancarkan melalui udara ini paling efektif jika menggunakan sinyal carrier
yang mempunyai frekuensi di atas.
Konverter Sinyal
Suara Menjadi Frekuensi Infra Merah
Untuk transmisi sinyal suara biasanya
digunakan rangkaian voltage to frequency converter yang berfungsi untuk merubah
tegangan sinyal suara menjadi frekuensi. Dan jika sinyal ini dimodulasikan
sengan sinyal carrier maka akan menghasilkan suatu modulasi FM. Modulasi jenis
ini lebih disukai karena paling kebal terhadap perubahan amplitudo sinyal
apabila sinyal mengalami gangguan di udara.
Untuk transmisi data biasanya sinyal
ditransmisikan dalam bentuk pulsa-pulsa seperti telah dijelaskan di atas.
Ketika sebuah tombol ditekan pada remote kontrol unti maka IR akan mentransmitkan
sebuah sinyal yang akan dideteksi sebagai urutan data biner.
Penerima Infra
Merah
Untuk aplikasi jarak jauh maka perlu
adanya pengumpulan sinar termodulasi yang lemah. Hal ini bisa dilakukan
dengan menggunakan photodioda yang sudah mempunyai semacam lensa cembung yang
akan mengumpulkan sinar termodulasi tersebut. Biasanya menggunakan lensa
tambahan yang dinamakan dengan lensa FRESNEL yang terbuat dari bahan plastik
dan kemudian diumpankan ke photodioda dengan jarak tertentu pada fokus lensa FRESNEL
ini.
Untuk aplikasi remote ontrol biasanya cukup menggunakan lensa
yang dimiliki oleh photodioda/phototransistor dengan penguatan tertentu. Untuk
penggunaan yang harus dapat menerima pancaran
sinyal infra merah yang sudut datangnya besar maka harus
menggunakan dua atau lebih photodioda. Photodioda yang baik adalah photodioda
yang mampu mengumpulkan sinar termodulasi tepat pada wafer silikonnya dan hal
inilah yang mempengaruhi kualitas photodioda/phototransistor yang dibeli di
pasaran.
Pada saat photodioda mendeteksi
adanya sinar infra merah maka akan terdapat arus bocor sebesar 0.5 uA dan ini
juga tergantung pada kekuatan sinar infra merah yang datang dan sudut
datangnya.
Kekuatan sinar dan sudut datang merupakan faktor penting dalam
keberhasilan transmisi data melalui infra
merah selain filter dan penguatan pada bagian receivernya.
SUMBER :
http://zonaelektro.net/infra-merah-media-komunikasi-cahaya/

this posting is so amazing liyak :)
ReplyDelete