Wednesday, April 1, 2015

Pemanasan Global Merusak Sinyal Wi-Fi!





Sebagai isu kontemporer, Anda mungkin sudah banyak mendengar wacana pemanasan global. Apa itu pemanasan global, penyebab, dan akibat. Pekan lalu Departemen Lingkungan Inggris mengeluarkan laporan tentang akibat baru pemanasan global bagi dunia teknologi. Salah satu laporan ini menyatakan bahwa semakin tingginya temperatur, dampak dari pemanasan global, berbanding lurus dengan semakin lemahnya sinyal Wi-Fi(Wireless Fidelity).
Anda mungkin sebagai salah seorang yang bosan mendengar kegiatan “NATO”(No Action Talk Only) yang dilakukan oleh sebagian besar orang tentang isu tersebut. Anda Mungkin salah satu orang yang kesal dengan sedikitnya kepedulian masyarakat tentang bahaya isu ini. Mungkin dengan laporan terbaru dari Inggris ini, pemanasan global akan mendapatkan perhatian mereka.
Seperti yang sudah kita ketahui Wi-Fi merupakan sarana komunikasi yang banyak digunakan oleh masyarakat dunia. Tingginya animo masyarakat dikarenakan efisiennya teknologi ini, pengguna dalam satu area bisa mengakses internet secara bersamaan tanpa direpotkan adanya kabel. Access point Wi-Fi atau lebih umum disebut Hotspot tumbuh menjamur di kota-kota besar seluruh dunia.
Di tempat-tempat seperti Starbucks dan Coffe Bean, banyak ditemukan pengguna yang berselancar menggunakan sarana Wi-Fi tempat tersebut. Hotspot Wifi banyak dimanfaatkan untuk tempat nongkrong maupun untuk keperluan bisnis.
Laporan dari Inggris tersebut sebenarnya memaparkan akibat dari pemanasan global yang lebih berbahaya dari lemahnya sinyal Wi-Fi. Bahaya rusaknya infrastuktur seperti jalan, rel kereta, pipa air, dan generator nuklir terancam oleh pemanasan global. Di luar dari laporan Inggris tersebut, peringatan tentang ancaman kesehatan juga telah dikeluarkan oleh pemerintah. Hingga ancaman atas perdamaian dan stabilitas internasional telah diberitakan terlebih dahulu. Selain dari pemerintah, pemuka agama pun ikut menyerukan dibutuhkannya kesadaran masyarakat atas isu berbahaya ini. Namun isu ini tetap menjadi sebatas sebuah perbincangan.
Guardian dan Time memilih menyediakan satu rubrik khusus dengan headline dampak pemanasan global terhadap lemahnya sinyal Wi-Fi, diatas laporan dari pemerintah inggris lainnya, memiliki misi tertentu. Mereka ingin mengingatkan masyarakat bahwa isu pemanasan global masih ada dan masih mengancam dunia. Selain itu mereka juga ingin mengambil perhatian masyarakat yang lebih luas lagi akan ancaman ini dengan menyertakan kepopuleran Wi-Fi sebagai sarana mereka. Which is, that’s a good and smart thing to do.



sekilas berita

Gawat!, Sinyal KA Jakarta Rusak



REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Fiber optik penerus sinyal kereta api di Jakarta mengalami gangguan sehingga memengaruhi waktu berangkat dan tiba kereta api di Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta, Senin (15/11). "Fiber optik terganggu akibat adanya kerusakan yang disebabkan oleh galian yang sedang dilakukan pekerja proyek PT Kereta Api Indonesia (KAI)," ujar Kepala Hubungan Masyarakat PT KAI Daop 1 Jakarta, Mateta Rijalulhaq.

Menurut Mateta, kerusakan yang terjadi mulai Minggu malam hingga saat ini menyebabkan tidak berfungsinya sinyal pengatur lalu lintas kereta api sehingga tidak dapat berjalan beriringan. "Dengan kerusakan ini, kereta yang berangkat dan datang ke Jakarta harus diatur satu persatu agar tidak terjadi kecelakaan," ujarnya melalui telepon.

Dengan berubahnya pola operasional perjalanan kereta api, maka lalu lintas kereta api menjadi terlambat dan tidak teratur, kata Mateta. Menurut dia, kerusakan fiber optik terjadi di kawasan antara Stasiun Pasar Minggu hingga Stasiun Universitas Indonesia, menyebabkan keterlambatan kereta dari satu hingga tiga jam.
"Hingga saat ini, tingkat kerusakan fiber optik masih belum dapat kami perkirakan, dan masih dalam tahap perbaikan," ujarnya. 

PT KAI belum dapat memastikan kapan sinyal normal kembali. Salah seorang pengguna kereta listrik Jabodetabek, Yusuf Nurcahyo mengatakan, kereta listrik tujuan Bogor yang seharusnya berangkat dari gambir pukul 18.29 WIB baru bisa berjalan pukul 21.00 WIB.
Ia menambahkan, gangguan persinyalan ini juga berpengaruh pada kereta tujuan jarak jauh seperti kereta Parahyangan tujuan Bandung akibat kereta harus mengantri untuk melewati stasiun Manggarai. Kondisi ini juga semakin tidak teratasi karena aktifitas pada hari Senin pagi meningkat.
"Hari ini ternyata gangguan yang semalam belum selesai, saya jadi terlambat masuk kerja," katanya.

Gangguan ini juga menyebabkan beberapa penumpang terpaksa kembali ke rumah dan tidak masuk kerja. "Saya mau kembali ke rumah saja karena dengan menunggu KA waktu saya menjadi terbuang," ujarnya.

Yusuf mengeluhkan PT. KAI yang seharusnya memberikan kompensasi atau setidaknya memberikan moda angkutan pengganti seperti bus untuk mengantarkan penumpang ke stasiun berikutnya. "PT. KAI memohon maaf kepada para konsumen jasa angkutan kereta api atas gangguan yang terjadi, dan kami sedang mengusahakan yang terbaik bagi para penumpang KA," ujar Mateta. Ia menyarankan para penumpang sementara ini mencari moda angkutan lain hingga sinyal pengatur kembali normal.


Monday, March 30, 2015

Ponsel Pintar LG G3 Berteknologi Sinar Laser




TEMPO.CO, London - LG tengah bersiap meluncurkan telepon pintar kelas premium, LG G3. Ponsel ini bakal menjadi salah satu andalan perusahaan asal Korea Selatan tersebut pada Tahun Kuda Kayu. Sehari menjelang peluncuran di London, Inggris, pada Rabu, 28 Mei 2014, muncul bocoran spesifikasinya. Bocoran datang dari situs LG di Belanda. Itu sebabnya banyak orang sudah mengetahui lebih dulu spesifikasi LG G3. Seperti umumnya ponsel pintar kelas atas, LG G3 memiliki ukuran kayar jembar 5,5 inci. Layarnya menampilkan kualitashigh-definition (HD) dengan resolusi 2.560 x 1.440 piksel. “Teknologi atufocus pada kameranya menggunakan sinar laser,” tulis Engadget, Selasa, 27 Mei 2014.
Resolusi yang ada di kamera utamanya yaitu 13 megapiksel. Namun tidak disebutkan resolusi yang ada di kamera depan. Fitur unggulan lain yang ada di kameranya yaitu optical image stabilization untuk memudahkan pengambilan gambar pada obyek bergerak. Prosesornya menggunakan Qualcomm Snapdragon 801 dengan RAM sebesar 2 gigabita. Sistem operasinya menggunakan Android 4.4.2 alias KitKat. 
Konektivitasnya dapat berjalan di jaringan 3G dan 4G long-term evolution (LTE). Kapasitas memori internalnya mampu menampung file seukuran 16 gigabita. Kapasitas baterainya cukup besar, yakni 3.000 mAh. Jenis baterai ini biasa digunakan di perangkat bergerak dengan performa tinggi. Sayangnya, belum ada bocoran mengenai ketersediaan LG G3 di seluruh dunia serta harga per unitnya. 

LG G3 disebut-sebut menjadi kompetitor terkuat Samsung Galaxy S5. Sebagai perbandingan, Galaxy S5 memiliki ukuran layar lebih kecil, yaitu 5,1 inci. Ponsel ini mengunggulkan kualitas kamera utamanya yang memiliki resolusi 16 megapiksel. Galaxy S5 sudah diluncurkan serentak di seluruh dunia mulai pertengahan April 2014 dengan harga Rp 8,5 juta.

Bahaya Radiasi Radio, Kulkas NASA SCIENCE

Dampak positif Wireless Fidelity (WiFi)


Kemajuan teknologi internet sudah membawa kita ke zaman dimana pengaksesan informasi bisa dilakukan dengan mudah, bahkan kini tidak lagi terbatas pada penggunaan sambungan kabel dari komputer ke line telefon. Teknologi nirkabel jaringan lokal yang dikenal dengan istilah kerennya, wi-fi (Wireless Fidelity) itu juga kini semakin berkembang di banyak lokasi umum.
Dampaknya memang secara sekilas sangat positif, namun sebuah teknologi agaknya selalu punya ekses ke banyak aspek kehidupan diantaranya dipandang dari segi kesehatan.
Bila sebelumnya banyak yang membahas radiasi elektromagnetik dari banyak perangkat berbasis elektronik mulai dari komputer, ponsel bahkan alat-alat rumah tangga lainnya, belakangan ini yang mulai marak adalah dampak wi-fi ini terhadap radiasi yang ditimbulkannya bagi kesehatan, dan sama seperti teknologi sebelumnya, tentu masih banyak penelitian lanjutan yang dibutuhkan untuk memastikan hal tersebut, dan banyak pula cara untuk bisa berdamai demi mendapatkan manfaat maksimal dari teknologi itu tanpa harus mengorbankan sisi kesehatan kita.
Efek Radiasi Elektromagnetik Terhadap Kesehatan, paparan cahaya yang intens termasuk yang ditimbulkan oleh sebuah radiasi elektromagnetik, dalam tubuh manusia akan berpengaruh paling banyak pada pembentukan hormon melatonin yang diproduksi kelenjar pineal di dalam otak, yang memang bersifat sensitif terhadap rangsang cahaya.
Ketidakstabilan melatonin ini bisa berdampak pada kelesuan, gangguan tidur, emosi, depresi hingga denyut jantung yang abnormal. Kehidupan kita sehari-hari belum dapat dilepaskan dari medan elektromagnetik yang dihasilkan dari sumber daya listrik seperti pembangkit dan jaringan transmisi-distribusinya, termasuk juga perangkat elektronik rumah tangga mulai dari lampu, penyejuk, multimedia dan peralatan masak elektrik.
Pengaruh ini biasanya berbanding lurus dengan tegangan yang dihasilkannya, dan tak jarang pula bersifat paparan lewat kontak berulang yang lama di sekitar perangkat-perangkat atau radiasi elektromagnetik lainnya.
Walau begitu, sebuah penelitian dari Perancis yang dimuat dalam sebuah jurnal kesehatan resmi menyebutkan kecil sekali kemungkinan adanya gangguan kesehatan atas radiasi dari alat-alat tersebut karena rata-rata intensitasnya masih berada di ambang yang cukup rendah.
Radiasi Elektromagnetik Wi-Fi

Publikasi tentang dampak negatif wi-fi sehubungan dengan radiasi elektromagnetik yang ditimbulkannya ini awalnya datang dari sebuah kasus yang dialami seorang wanita di London, yang datang ke institusi kesehatan dengan keluhan nyeri di bagian kepala, telinga, tenggorokan dan beberapa bagian tubuh lain bila berada dekat dengan peralatan elektronik atau menara pemancar.
Perangkat elektronik, memang memiliki radiasi elektromagnetik dimana dalam jumlah besar bisa mengakibatkan gangguan fisiologis hingga memicu pertumbuhan sel-sel abnormal seperti kanker, namun intensitasnya berbeda-beda dan ada patokan batas aman yang dianggap tidak sampai membahayakan kesehatan.
Atas keluhan ini berikut anjuran dokter yang mendiagnosanya sebagai suatu keadaan elektrosensitif, wanita tadi melindungi rumahnya dengan perangkat khusus antiradiasi untuk meminimalkan gelombang elektromagnetik dari teknologi wi-fi di sekitar tempat tinggalnya.
Beberapa publikasi lanjutan tentang dampak radiasi wi-fi ini kemudian dilansir di Swedia langsung dari pemerintahnya serta di Norwegia lewat pernyataan perdana menterinya sendiri.
Lagi-lagi, kemungkinan pemberitaan yang awalnya banyak beredar di dunia maya ini sempat dianggap sebagai hoax, suatu berita isu yang belum bisa diyakini kebenarannya, namun adanya beberapa penelitian yang dilaporkan dari institusi resmi mungkin mulai membuat beberapa pihak bersangkutan mulai memikirkan hal ini.
Sebagian laporan resmi tersebut menyebutkan tingginya intensitas radiasi elektromagnetik di beberapa situs lokasi wi-fi, namun tak sedikit juga yang melaporkan bahwa intensitas tadi masih berada di bawah ambang batas senilai dengan radiasi elektromagnetik yang dihasilkan oleh beberapa perangkat yang aman seperti televisi maupun radio, begitupun, kesimpang-siuran ini jelas menimbulkan suatu kekhawatiran bagi sebagian orang yang sangat perduli dengan kesehatannya, belum lagi pengakuan sejumlah aktifis di luar negeri yang bergabung untuk mendesak pembatasan penggunaan wi-fi, yang bagi sebagian masyarakat lain sangat diperlukan itu.
Beberapa kampus di negara-negara maju malah sudah ikut melarang penggunaan teknologi ini di sekitar lingkungan pendidikan mereka, meski belum ada kejelasan akan bahayanya.
Benarkah Berbahaya?
Banyaknya publikasi dari pengaruh radiasi elektromagnetik situs-situs umum penyedia wi-fi tadi turut juga memuat kekhawatiran mereka yang dialamatkan lebih ke penggunaan perangkat komputer dan juga usia penggunanya. Di luar masalah kesensitifan masing-masing individu terhadap radiasi elektromagnetik ini, sebagian ahli menyebutkan bahwa anak-anak jauh lebih sensitif dibandingkan dengan usia dewasa.
Pihak Health Protection Agency, Inggris, yang baru-baru ini membuat publikasi resmi pada sebuah program BBC bahwa dampak negatif ini sama sekali belum dapat dibuktikan dan pendapat ini didukung juga oleh sebuah institusi riset kesehatan telekomunikasi disana, dengan argument bahwa pemancar yang digunakan untuk teknologi ini sebenarnya berkekuatan sangat rendah dan tetap ada jarak dengan tubuh yang membuat radiasinya juga berlangsung dalam intensitas yang sangat rendah meski nilai yang mereka dapatkan berjumlah sekitar tiga kali lebih besar dari radiasi penggunaan ponsel biasa.
Mereka menekankan lebih lanjut bahwa bukan radiasi wi-fi lah yang menjadi masalah melainkan cara penggunaan komputer terutama laptop yang sering diletakkan di pangkuan hingga tak lagi memiliki jarak dengan tubuh.
Gelombang radio elektromagnetik yang digunakan untuk teknologi wi-fi, menurut mereka lagi berada ratusan kali lebih rendah dibandingkan sebuah microwave dan ambang batas yang ditentukan para ahli, dan meski masih terdeteksi adanya thermal interaction berupa kenaikan level temperatur jaringan tubuh, namun nilainya masih jauh dari ambang batas yang bisa mengakibatkan kerusakan.
Pendapat ini diperkuat lagi oleh beberapa institusi lain yang rata-rata mendapat hasil jauh lebih rendah daripada sinyal ponsel ketika digunakan untuk berbicara.
Hasil yang mereka laporkan, berada selama setahun di sekitar lokasi wi-fi sebanding dengan penggunaan ponsel dalam keadaan bicara selama 20 menit.
Bila kekhawatiran akan radiasi ponsel saja masih banyak diperdebatkan, maka wi-fi sama sekali mereka anggap belum pantas mengundang kekhawatiran tersebut.
Begitupun, mereka juga tetap menganjurkan untuk menggunakan teknologi ini dalam batas wajar sekaligus memperhatikan penggunaan perangkat komputer yang juga memiliki intensitas radiasi elektromagnetik yang berbeda-beda.
Paling tidak, penggunaan dalam batasan wajar ini bisa mencegah pengaruh buruk terhadap kesehatan yang bisajadi kepastiannya baru ditemukan dalam tahun-tahun mendatang.


Batan Siapkan Lima Benih Unggul dari Pemanfaatan Radiasi



YOGYAKARTA -- Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) akan meluncurkan sedikitnya lima benih unggul baru di bidang pertanian. Benih tersebut memanfaatkan sinar radiasi. Lima benih unggul ini berupa padi, sorgum, dan kedelai.
Kepala Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (Pair) Batan, Hendig Winarno, mengatakan, pihaknya terus berupaya memanfaatkan radiasi gamma dan berkas elektron untuk peningkatan budi daya benih yang ada di Indonesia. 
"Kita sudah menghasilkan banyak sekali produk benih unggul. Tahun ini akan kita luncurkan dua benih unggul padi, dua benih sorgum dan benih kedelai," katanya di sela seminar dan lokakarya Forum for Nuclear in Asia (FNCA) di Yogyakarta, Senin (9/2).


Kegiatan yang digelar hingga Kamis (12/2) ini diikuti ahli-ahli pemanfaatan teknologi nuklir dari delapan negara di dunia. Delapan negara ini adalah Bangladesh, Indonesia, Malaysia, Filipina, Kazakhstan, Jepang, Thailand, dan Vietnam.
Hendig mengakui, selain meluncurkan lima benih unggul, tahun ini Batan juga berhasil membuat satu produk yang memanfaatkan limbah untuk pupuk tanaman. Produk yang diberi nama Fitosan ini mulai diperkenalkan ke masyarakat sejak akhir 2014 lalu. Bahkan, produk pupuk ini juga sudah dimanfaatkan di beberapa daerah termasuk DIY untuk tanaman cabai.
Fitosan, menurut Hendig, merupakan pemanfaatan limbah kulit udang yang diproses dengan sedikit radiasi gamma dan berkas elektron menjadi oligochitosan sehingga bisa dijadikan pupuk. Manfaat oligochitosan antara lain untuk meningkatkan daya tumbuh tanaman, mencegah dan mengurangi penyakit tanaman, serta meningkatkan imunitas serta produktivitas tanaman. Produk ini sudah dimanfaatkan di tanaman cabai. Hasilnya, tanaman terhindar dari penyakit virus kuning, frekuensi panen naik, usia panen lebih cepat, dan produktivitas naik 100 persen.  Selain radiasi gamma dan berkas elektron, bagian nuklir lain yang dimanfaatkan untuk bidang pertanian adalah sintesis super water absorbent hydrogel (SWA). Produk ini, Hendig mengatakan, sering dimanfaatkan di bidang pertanian, khususnya di lahan berpasir. 
Sementara itu, menurut Anhar Rihcza, antariksawan dari Batan, setiap tahun pihaknya bekerja sama dengan 10 daerah di Indonesia untuk menguji coba produk melalui demplot tanaman. Diakuinya, tidak semua daerah mau, tetapi sebagian besar berhasil dengan baik dan menjadi produk unggul daerah.
Kepala Batan Djarot Sulistio Wisnubroto, mengatakan, semua produk Batan sudah diujicobakan dan sudah hilang radiasinya sehingga aman bagi masyarakat. "Hilirisasi produk memang menjadi kendala tersendiri. Namun, itu membutuhkan kerja sama banyak pihak," katanya. n ed: andi  nur aminah 


Sunday, March 29, 2015

pengetahuan : Peluruhan Radioaktif

sekilas berita : Kebocoran Air Radioaktif Fukushima ke Samudra Pasifik

FUNGSI RADIOAKTIF DALAM BERBAGAI BIDANG



FUNGSI RADIOAKTIF :
a.       Mengobati : banyak kanker yang dapat disembuhkan dengan radioterapi, baik dengan atau tanpa dikombinasikan dengan pengobatan lain seperti pembedahan dan kemoterapi.
b.      Mengontrol : Jika tidak memungkinkan lagi adanya penyembuhan, radioterapi berguna untuk mengontrol pertumbuhan sel kanker dengan membuat sel kanker menjadi lebih kecil dan berhenti menyebar.
c.       Mengurangi gejala : Selain untuk mengontrol kanker, radioterapi dapat mengurangi gejala yang biasa timbul pada penderita kanker seperti rasa nyeri dan juga membuat hidup penderita lebih nyaman.
d.      Membantu pengobatan lainnya : terutama post operasi dan kemoterapi yang sering disebut sebagai “adjuvant therapy” atau terapi tambahan dengan tujuan agar terapi bedah dan kemoterapi yang diberikan lebih efektif.
e.       Untuk menentukan kehausan atau keroposan yang terjadi pada bagian pengelasan atau logam Untuk mengetahui adanya cacad pada material

FUNGSI  RADIOAKTIF DALAM BERBAGAI BIDANG KEHIDUPAN 

Radioisotop dalam Bidang Pertanian


A.      Dalam bidang pertanian, radiasi gamma dapat digunakan untuk memperoleh bibit unggul.
B.      Pemupukan dan Pemberantasan Hama dengan Serangga Mandul
C.      Pengawetan Makanan
D.      Berguna untuk membuat benih tumbuhan yang bersifat lebih unggul dibandingkan induknya

Radioisotop dalam Bidang Sains

·         Iodin-131 (I-131) untuk mempelajari kesetimbangan dinamis.
·         Oksigen-18 (O-18) untuk mempelajari reaksi esterifikasi.
·         Karbon-14 (C-14) untuk mempelajari mekanisme reaksi fotosintesis



Manfaat dalam Bidang Hidrologi

ü  Menentukan Gerakan Sedimen Cr-51, Au-198, Sc-46
ü  Membuat endapan tiruan atau pelapisan lumpur Ir-192 dan SC-46
ü  Detektor asap Am-241
ü  Mempelajari kecepatan aliran sungai Na-24

Manfaat Di bidang Pertambangan
Radioisotop memberikan manfaat besar pula di bidang pertambangan. Pada pertambangan minyak bumi,
1.      radioisotop membantu mencari jejak air di dalam lapisan batuan.
2.      Penambahan tekanan ini dapat dilakukan dencan cara membanjiri cekungan minyak dengan air yang dikenal dengan flooding

Bidang Hidrologi
a.       24Na dan 131I, digunakan untuk mengetahui kecepatan aliran air sungai.
b.      Menyelidiki kebocoran pipa air bawah tanah
c.        14C dan 13C, menentukan umur dan asal air tanah.

Bidang Biologi
a.       Mengubah sifat gen dengan cara memberikan sinar radiasi pada gen-gen tertentu.
b.       Menentukan kecepatan pembentukan senyawa pada proses fotosintesis menggunakan radioisotop C–14.
c.       Meneliti gerakan air di dalam batang tanaman

d.      Mengetahui ATP sebagai penyimpan energi dalam tubuh dengan menggunakan radioisotop 38F

Bidang Peternakan


a.       Mengkaji efisiensi pemanfaatan pakan untuk produksi ternak.
b.      Mengungkapkan informasi dasar kimia dan biologi maupun antikualitas pada pakan ternak
c.        32P dan 35S, untuk pengukuran jumlah dan laju sintesis protein di dalam usus besar.
d.      14C dan 3H, untuk pengukuran produksi serta proporsi asam lemak mudah menguap di dalam usus besar.

Bidang Industri


Penggunaan radioisotop dalam bidang industri antara lain
a.       untuk mendeteksi kebocoran pipa yang ditanam di dalam tanah atau dalam beton.
b.       dideteksi tanpa penggalian tanah atau pembongkaran beton.
c.       digunakan untuk menentukan keausan atau kekeroposan yang terjadi pada bagian pengelasan antarlogam.
d.      digunakan dalam vulkanisasi lateks alam.
e.        Pengukuran Usia Bahan Organik




UNSUR RADIOAKTIF
  1. Perkembangan Keradioaktifan

Pada tahun 1895 W.C. Rontgen melakukan percobaan dengan sinar katode. Ia menemukan bahwa tabung sinar katoda menghasilkan suatu radiasi berdaya tembus besar yang dapat menghitamkan film foto. Selanjutnya sinar itu diberi nama sinar X. Sinar X tidak mengandung elektron, tetapi merupakan gelombang elektromagnetik. Sinar X tidak dibelokkan oleh bidang magnet, serta memiliki panjang gelombang yang lebih pendek daripada panjang gelombang cahaya. Berdasarkan hasil penelitian W.C Rontgen tersebut, maka Henry Becquerel pada tahun 1896 bermaksud menyelidik sinar X, tetapi secara kebetulan ia menemukan gejala keradioaktifan. Pada penelitiannya ia menemukan bahwa garam-garam uranium dapat merusak film foto meskipun ditutup rapat dengan kertas hitam. Menurut Becquerel, hal ini karena garam-garam uranium tersebut dapat memancarkan suatu sinar dengan spontan. Peristiwa ini dinamakan radio aktivitas spontan.
Marie Curie merasa tertarik dengan temuan Becquerel, selanjutnya dengan bantuan suaminya Piere Curie berhasil memisahkan sejumlah kecil unsur baru dari beberapa ton bijih uranium. Unsur tersebut diberi nama radium. Pasangan Currie melanjutkan penelitiannya dan menemukan bahwa unsur baru yang ditemukannya tersebut telah terurai menjadi unsur-unsur lain dengan melepaskan energi yang kuat yang disebut radioaktif.
Ilmuwan Inggris, Ernest Rutherford menjelaskan bahwa inti atom yang tidak stabil (radionuklida) mengalami peluruhan radioaktif. Partikel-partikel kecil dengan kecepatan tinggi dan sinar-sinar menyebar dari inti atom ke segala arah. Para ahli kimia memisahkan sinar-sinar tersebut ke dalam aliran yang berbeda dengan menggunakan medan magnet. Dan ternyata ditemukan tiga tipe radiasi nuklir yang berbeda yaitu sinar alfa, beta, dan gamma. Semua radionuklida secara alami memancarkan salah satu atau lebih dari ketiga jenis radiasi tersebut.
2.       Sinar-sinar radioaktif mempunyai sifat-sifat:
1.       Dapat mengionkan gas yang disinari
2.       Dapat menghitamkan pelat film.
3.       Menyebabkan benda-benda berlapis ZnS dapat berpendar (fluoresensi).
4.       Dapat diuraikan oleh medan magnet menjadi tiga berkas sinar, yaitu sinar α, β,
dan γ.
3.       Macam-macam sinar radioaktif


r  Sinar Alfa (α)
Radiasi ini terdiri dari seberkas sinar partikel alfa. Radiasi alfa terdiri dari partikel-partikel yang bermuatan positif dengan muatan +2 dan massa atomnya 4. Partikel ini dianggap sebagai inti helium karena mirip dengan inti atom helium. Sewaktu menembus zat,sinar α menghasilkan sejumlah besar ion. Oleh karena bermuatan positif partikel α dibelokkan oleh medan magnet maupun medan listrik. Partikel alfa memiliki daya tembus yang rendah. Partikel-partikel alfa bergerak dengan kecepatan antara 2.000 – 20.000 mil per detik, atau 1 –10 persen kecepatan cahaya.
r  Sinar Beta (β)
Berkas sinar β terdiri dari partikel-partikel yang bermuatan negatif dan partikel β identik dengan elektron. Sinar beta mempunyai daya tembus yang lebih besar tetapi daya pengionnya lebih kecil dibandingkan sinar α . Berkas ini dapat menembus kertas aluminium setebal 2 hingga 3 mm. Partikel beta juga dibelokkan oleh medan listrik dan medan magnet , tetapi arahnya berlawanan dari partikel alfa. Selain itu partikel β mengalami pembelokan yang lebih besar dibandingkan partikel dalam medan listrik maupun dalam medan magnet. Hal itu terjadi karena partikel β mempunyai massa yang jauh lebih ringan dibandingkan partikel α
r  Sinar Gamma 
Beberapa proses peluruhan radioaktif yang memancarkan partikel α atau β menyebabkan inti berada dalam keadaan energetik, sehingga inti selanjutnya kehilangan energi dalam bentuk radiasi elektromagnetik yaitu sinar gamma. Sinar gamma mempunyai daya tembus besar dan berkas sinar ini tidak dibelokkan oleh medan listrik maupun medan magnet. Sinar gamma mempunyai panjang gelombang yang sangat pendek.


KEYBOARD HOLOGRAM YANG PRAKTIS




Bagi pembaca yang sering beraktivitas di luar dan bepergian pastinya terkadang merasa terbebani ketika di dalam tasnya membawa perangkatgadget yang lumayan banyak. Terutama keyboard tambahan untuk menunjang aktivitas pekerjaan di tabletnya. Untuk itu, salah satu vendoraksesoris gadget, Celluon, membuat sebuah keyboard yang inovatif yang diberi nama Celluon Magic Cube.
Celluon Magic Cube ini bisa dibilang sebuah keyboard yang unik karena pasalnya perangkat ini berbentuk kotak kecil dan dapat mengeluarkankeyboard secara hologram yang dapat diketik layaknya keyboard berbentuk fisik. Untuk menggunakan perangkat ini penggunanya cukup meletakannya di tempat yang nyaman untuk mengetik seperti meja, kemudian Magic Cube akan mengeluarkan cahaya yang akan membentuk keyboard hologram.
Keyboard hologram ini memiliki karakter yang sama dengan keyboard fisik pada umumnya. Untuk mulai mengetik, penggunanya cukup menyentuh posisi huruf yang dipantulkan oleh perangkat ini. Perangkat ini mampun melakukan proses pengetikan hingga 350 karakter per menit. Selain itu, baterai dari Celluon Magic Cube ini mampu bertahan hingga 150 menit selama proses pengetikan.
Untuk menghubungkan antara gadget dan perangkat Magic Cube ini menggunakan teknologi Bluetooth. Celluon Magic Cube ini mendukunggadget yang berbasis iOS 4.0 ke atas dan Android 2.0 ke atas. Selain itu, perangkat ini dapat mendukung juga komputer yang bersistem operasi Windows 7 ke atas dan Mac OS X 10 ke atas.