Thursday, March 12, 2015

palapa ring menghubungkan 33 provinsi, 460 kabupaten dan 440 kota dengan fiber optik


Perjalanan sejarah bidang komunikasi di Indonesia mengalami lompatan, dimulai pada tahun 1967  stasiun bumi intelsat di Jatiluhur dioperasikan PT. Indosat diresmikan untuk hubungan telekomunikasi antara Indonesia dengan dunia internasional. Pada tahun 1976-1999 Palapa A1 satelit telekomunikasi domestik diluncurkan ke GSO, dan telah dilakukan 10 (sepuluh) kali peluncuran satelit milik Indonesia.  Operatornya Perum Telekomunikasi (Sekarang PT. Telekomunikasi Indonesia).   Seluruh Indonesia dapat dijangkau oleh  siaran TVRI maupun jasa telekomunikasi domestik. Badan swasta mulai diijinkan untuk mengoperasikan satelit.  Operator satelit di Indonesia PT. TelkomPT. Satelindo, PT. Pasifik Satelit Nusantara dan PT. Media Citra Indostar.
Disamping satelit,  serat optik memiliki sejarah yang bermula pada masa Victoria, ketika fisikawan John Tyndall menemukan cahaya yang dapat berjalan dalam garis lengkung dalam bahan air dengan sejumlah refleksi internal.   Prinsip ini digunakan untuk mencerahkan aliran air dalam prinsip kerja air mancur.   Pada tahun 1952, fisikawan Narinder Singh Kapany memimpin eksperimen pada penemuan serat optik.    Penelitian ini didasarkan pada studi Tyndall.   Perkembangan selanjutnya, pada pertengahan abad-20, penelitian berfokus pada pembungkus serat (fiber) untuk mentransmisikan gambar, dengan peralatan utamanya ialah gastroscope di bidang kedokteran.  Fiber optic semi-flexible gastroscope pertama dipatenkan oleh Basil Hirschowitz, C. Wilbur Peters, Lawrence E. Curtiss dan peneliti di Universitas Michigan pada tahun 1956.  Dalam proses perkembangan gastroscope, Curtis memproduksi fiber glass-cladpertama dan serat optic.
Sedangkan serat optic/fiber optic di Indonesia diawali dengan digunakannya jaringan paket radio sederhana 1200 Bps. Selanjutnya terus berkembang dan akhirnya timbul gagasan untuk menghubungkan seluruh Indonesia dengan serat optik yang disebut program Palapa Ring. Akses tersebut akan mendukung jaringan serat optik pita  lebar berkecepatan tinggi dengan kapasitas 300 Gbps (Giga bit per second atau Triliun bit per detik) hingga 1.000 Gbps dan diresmikan pencanangannya oleh Presiden SBY pada Senen, 30 November 2009. Peresmian Palapa Ring itu ditandai dengan dialog interaktif video teleconference Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang ada di Istana Negara Jakarta dengan para pemuka desa dari pelosok Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Kalimantan Barat. Jika jaringan Palapa Ring selesai digelar, maka setiap ibu kota kabupaten/kota di Indonesia yang berjumlah 440 akan saling terhubung dengan fiber optik yang merupakan jalur telekomunikasi yang “paling efisien” saat ini. Jaringan tersebut akan menjadi bagian dari jaringan internasional serat optik bawah laut.

Gambar tersebut memperlihatkan jaringan kabel serat optik bawah laut, disamping itu juga memperlihatkan kapasitas jaringan serat optik pita  lebar berkecepatan tinggi tersebut yang dimiliki oleh setiap Negara. Terlihat bahwa di Indonesia  hanya Jakarta yang terhubung oleh jaringan serat optik internasional, dan kapasitasnya juga masih sangat terbatas dibandingkan dengan tempat-tempat lain, misalnya Singapura, Hongkong, Taiwan, Korea Selatan, Jepang dll. Bahkan kapasitas Indonesia (Jakarta) masih jauh dibawah dengan Philipina (Manila) terlihat pada gambar selanjutnya. Pengambangan jaringan fiber optik bawah laut dunia telah dimulai sejak tahun 1980-an dan Indonesia merupakan bagian dari jaringan internasional.
Jika pada tahun 1976 Satelit Palapa diluncurkan dan merupakan tonggak sejarah keberhasilan  menghubungkan kota-kota diseluruh Indonesia, kondisi ini merupakan terobosan teknologi komunikasi bagi Indonesia. Namun ternyata terobosan tersebut memiliki keterbatasan band widh, sehingga saat sekarang dirasakan fasilitas satelit tersebut kurang dapat memenuhi ledakan tuntutan kebutuhan berkomunikasi masyarakat yang terus berkembang secara dramatis. Sebagai jawabannya adalah menggelar serat optik bawah laut dengan nama proyek Palapa Ring (Ring Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusatenggara, Maluku dan Papua) seperti pada gambar dibawah.
Total panjang serat optik kabel laut yang akan digelar adalah 35.280 km dan 20.737 km kabel serat optik inland (di daratan), sedangkan kebutuhan investasi adalah sebesar 1.517 milyar dolar AS. Palapa Ring yang akan digelar merupakan jaringan serat optik pita  lebar berkecepatan tinggi dengan kapasitas 300 Gbps hingga 1.000 Gbps dipastikan dapat menjawab tuntutan masyarakat akan kebutuhan berkomunikasi. Trend komunikasi masyarakat  mengarah kepada komunikasi data dengan peningkatan sangat dramatis, sedangkan kebutuhan komunikasivoice/pembicaraan berkembang secara wajar. Trend perkembangan tersebut  tergambar dalam grafik dibawah ini. Kabel tembaga dengan volume yang besar hanya mampu melayani 300 sambungan telepon/internet, sedangkan serat optik dengan volume yang jauh lebih kecil tetapi mampu melayani 10 juta sambungan telepon/internet. Tingkat efisiensi antara kabel tembaga yang digunakan selama ini untuk keperluan telepon dengan serat optik juga terlihat pada gambar dibawah ini.
Perkembangan generasi terakhir Optical Fiber Cable System Technology for FTTH (fiber to the home) telah memperlihatkan betapa efisiennya sistem fiber optic ini untuk menjawab kebutuhan komunikasi bagi masyarakat dengan berbagai kebutuhan komunikasi.
Apabila diperhatikan trend perkembangan cara berkomunikasi masyarakat mengarah kepada komunikasi data, berarti fasilitas internet menjadi fasilitas pilihan yang digunakan oleh masyarakat untuk melaksanakan komunikasi sehari-hari. Fasilitas internet adalah jalinan/rangkaian berjuta-juta komputer yang terhubung dalam satu sistem komunikasi, dengan demikian sistem ini adalah sistem yang tidak mengenal batas wilayah dan Negara, semua komputer yang terjalin dalam rangkaian sistem internet dapat saling berkomunikasi. Kecepatan komunikasi akan sangat tergantung media yang digunakan dan kemampuan komputer yang digunakan.    Pada saat sekarang telah dimanfaatkan kabel tembaga, radio, satelit dan fiber optic untuk media komunikasi, namun fiber optic merupakan media komunikasi data/internet yang sangat efisien saat ini, disamping itu perkembangan teknologi komputer yang demikian maju pesat telah meningkatkan pula kemampuan komputer ribuan kali lipat dari komputer pada waktu awal ditemukan dengan volume yang semakin kecil. Dibawah ini divisualisasikan rangkaian komputer dalam satu jaringan internet dunia/global
Komunikasi data dengan memanfaatkan fasilitas internet telah digunakan untuk kegiatan diberbagai bidang antara lain  perkantoran, bisnis, perbankkan, pemerintahan, pendidikan, berita bahkan bidang militer dll (e-commerce, e-banking, Internet Relay Chat, e-library, e-mail, e-news, e-goverment, e-book, blog, e-military, Video Teleconference, Radio/TV Broadcast dll masih banyak lagi). Dengan selesainya Proyek Palapa Ring nantinya, maka dapat memacu pertumbuhan, perkembangan, kemajuan dalam berbagai bidang diseluruh wilayah Indonesia, karena masyarakat dengan sangat mudah dan murah dapat mengakses dan memanfaatkan internet untuk keperluan berkomunikasi sehari-hari.

Daftar Pustaka:
Insentif Palapa Ring Rp 12 Triliun, http://www.detikinet.com/, Januari 2010.
Internet,  http://id.wikipedia.org/, Januari  2010.
Pembangunan Konfigurasi Palapa Ring Dimulai Dari Mataram, http://www.kapanlagi.com/,  Januari 2010.
Proyek Palapa Ring Mataram Kupang Dimulai, http://www.antaranews.com/,  Januari 2010.
Submarine-Cables And Internet Availability,  http://www.martin-english.com/, Januari 2010.


No comments:

Post a Comment