10 Tahun
Sinar untuk Pengobatan : Laser, Pisau Sinar Pemotong Retina Mata
Mengobati penyakit mata dengan laser? Mungkin itu pertanyaan
konyol yang keluar dari mulut, sementara raut wajah menyeringai ngeri.
Membayangkan mata kita diobok-obok dengan sinar yang katanya mematikan itu.
Tapi, siapa sangka kalau ternyata kini teknologi laser sudah 10 tahun
dipergunakan untuk pengobatan mata, semenjak diperkenalkan awal tahun 90-an
lalu.
Sebenarnya tak bisa disalahkan juga kalau banyak orang jerih bila
mendengar kata laser. Terbayang tubuh yang bolong-bolong bila tertembak sinar
tersebut. Bahkan di film StarWars, sinar ini dijadikan pedang untuk memotong
tubuh lawannya.
Laser sebenarnya singkatan dari kata Light Amplification
Stimulated Emission Radiation. Teori mengenai sinar ini pertama kali
diperkenalkan oleh pakar fisika terkenal, Dr. Albert Einstein pada tahun 1920.
Dan baru setelah 40 tahun kemudian teori tersebut dipraktikkan. Dr. Mainamm
dari Jerman yang akhirnya dikatakan berhasil untuk pertama kalinya mengarahkan
sinar tersebut dalam sebuah lingkup garis. Yaitu dengan mengurung sebaran
cahaya tersebut dengan menggunakan batu delima (ruby). Oleh sebab itu laser yang
pertama kali dikonsentrasikan itu disebut laser ruby.
Setelah penemuan konsentrasi laser oleh ruby tersebut, maka sinar
ajaib ini mulai diarahkan untuk berbagai kegunaan, termasuk untuk kesehatan.
Laser untuk pengobatan sebenarnya baru dimulai semenjak awal 90-an lalu.
Termasuk di dalamnya untuk pengobatan mata, selain juga untuk pengobatan
penyakit kulit, perut, gigi dan pembedahan. Khusus untuk pembedahan. Sinar
laser lebih disukai karena tidak menimbulkan luka dalam, dan berarti
meminimalkan pendarahan. Meskipun harus diakui hingga kini, paramedis yang
ingin memakai peralatan ini haruslah memiliki tingkat keahlian tinggi.
Kontroversi
Sementara kecanggihan alat laser untuk pengobatan mata makin maju.
Hingga kini masih banyak kontroversi mengenai kemanjuran pengobatan tersebut.
Prof. Ian Constable, Managing Director Lions Eye Institute dari Australia,
menyatakan bahwa bedah laser untuk mata seperti ini memiliki tingkat
keberhasilan hingga 90 persen banyaknya. ?Sangat sedikit orang yang mengeluh
kembali setelah mengalami operasi ini,? ucapnya di Jakarta, Rabu (16/5)
kemarin.
Hal senada juga dikuatkan oleh Prof. Douglas D. Koch, M.D, mantan
President of American Society of Cataract and Refractive Surgery. Menurutnya
pengobatan mata dengan menggunakan laser secara umum selalu menunjukkan hasil
yang positif. ?Teknologi pengobatan mata dengan laser hingga terakhir ini sudah
mencapai taraf kesembuhan hingga 20/20. Yang berarti mendekati sempurna dalam
standar penyembuhan penyakit mata,? imbuhnya dalam kesempatan yang sama.
Namun berbeda dengan pendapat Dr. David Schanzlin, dari Shiley Eye
Center di University of California, San Diego. Ia yang merupakan seorang
inovator dan pemimpin terkenal di dunia internasional dalam bidang operasi
pembiasan. Ia telah melacak efektivitas operasi pembedahan mata dengan sinar
laser sejak pengenalan prosedur ini ke pasar Amerika Utara hampir satu dekade
yang lalu. Menurutnya, sebenarnya prosedur ini tidak cocok untuk beberapa
pasien tertentu. ?Dan ribuan orang berisiko mendapatkan suatu masalah serius,
yaitu pembengkakan pada kornea mata,? ujarnya. Hal itu mengakibatkan pandangan
mata menjadi sangat kabur. Hingga mengalami peningkatan rabun jauh dan
astigmatisme (efek karena kornea mata tidak bulat.
Ahli bedah ini juga menyarankan agar para pasien meminta apa yang
disebut sebuah tes topografi untuk memastikan bahwa korneanya tidak terlalu
tipis bagi prosedur ini. Schazlin berpendapat bahwa pengujian tersebut
seharusnya standar. Pengujian-pengujian lain yang direkomendasikan antara lain
pembesaran bola mata untuk memeriksa bagian belakang mata dan pengukuran mata
serta ketebalan kornea. Untuk pengujian terakhir, sang dokter seharusnya
memberikan waktu cukup lama bagi mata untuk beradaptasi tanpa memakai lensa
kontak bagi suatu pengukuran yang akurat.
Mahal
Masalah lain yang rasanya masih menjadi ganjalan adalah masih
mahalnya biaya operasi untuk operasi laser ini. Dari keterangan yang diberikan
Dr. Sjakon G. Tahija, di Klinik Mata Nusantara, yang baru diresmikan Rabu
(16/5) lalu, menyebutkan bahwa biaya untuk satu kali operasi dengan menggunakan
Lasik mencapai Rp. 15.600.000,-. ?Ini masih lebih murah dibandingkan dengan
pelayanan serupa di klinik yang lain,? tambahnya. Dan bila dibandingkan dengan
negara lain yang juga menyelenggarakan fasilitas serupa, biaya yang dikeluarkan
klinik ini memang belum ada apa-apanya. Bahkan sebuah situs di internet
memberitakan bahwa harga operasi mata dengan laser bisa mencapai AS$ 15.000,-
sebiji mata.
No comments:
Post a Comment