Wednesday, April 1, 2015

Pemanasan Global Merusak Sinyal Wi-Fi!





Sebagai isu kontemporer, Anda mungkin sudah banyak mendengar wacana pemanasan global. Apa itu pemanasan global, penyebab, dan akibat. Pekan lalu Departemen Lingkungan Inggris mengeluarkan laporan tentang akibat baru pemanasan global bagi dunia teknologi. Salah satu laporan ini menyatakan bahwa semakin tingginya temperatur, dampak dari pemanasan global, berbanding lurus dengan semakin lemahnya sinyal Wi-Fi(Wireless Fidelity).
Anda mungkin sebagai salah seorang yang bosan mendengar kegiatan “NATO”(No Action Talk Only) yang dilakukan oleh sebagian besar orang tentang isu tersebut. Anda Mungkin salah satu orang yang kesal dengan sedikitnya kepedulian masyarakat tentang bahaya isu ini. Mungkin dengan laporan terbaru dari Inggris ini, pemanasan global akan mendapatkan perhatian mereka.
Seperti yang sudah kita ketahui Wi-Fi merupakan sarana komunikasi yang banyak digunakan oleh masyarakat dunia. Tingginya animo masyarakat dikarenakan efisiennya teknologi ini, pengguna dalam satu area bisa mengakses internet secara bersamaan tanpa direpotkan adanya kabel. Access point Wi-Fi atau lebih umum disebut Hotspot tumbuh menjamur di kota-kota besar seluruh dunia.
Di tempat-tempat seperti Starbucks dan Coffe Bean, banyak ditemukan pengguna yang berselancar menggunakan sarana Wi-Fi tempat tersebut. Hotspot Wifi banyak dimanfaatkan untuk tempat nongkrong maupun untuk keperluan bisnis.
Laporan dari Inggris tersebut sebenarnya memaparkan akibat dari pemanasan global yang lebih berbahaya dari lemahnya sinyal Wi-Fi. Bahaya rusaknya infrastuktur seperti jalan, rel kereta, pipa air, dan generator nuklir terancam oleh pemanasan global. Di luar dari laporan Inggris tersebut, peringatan tentang ancaman kesehatan juga telah dikeluarkan oleh pemerintah. Hingga ancaman atas perdamaian dan stabilitas internasional telah diberitakan terlebih dahulu. Selain dari pemerintah, pemuka agama pun ikut menyerukan dibutuhkannya kesadaran masyarakat atas isu berbahaya ini. Namun isu ini tetap menjadi sebatas sebuah perbincangan.
Guardian dan Time memilih menyediakan satu rubrik khusus dengan headline dampak pemanasan global terhadap lemahnya sinyal Wi-Fi, diatas laporan dari pemerintah inggris lainnya, memiliki misi tertentu. Mereka ingin mengingatkan masyarakat bahwa isu pemanasan global masih ada dan masih mengancam dunia. Selain itu mereka juga ingin mengambil perhatian masyarakat yang lebih luas lagi akan ancaman ini dengan menyertakan kepopuleran Wi-Fi sebagai sarana mereka. Which is, that’s a good and smart thing to do.



sekilas berita

Gawat!, Sinyal KA Jakarta Rusak



REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Fiber optik penerus sinyal kereta api di Jakarta mengalami gangguan sehingga memengaruhi waktu berangkat dan tiba kereta api di Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta, Senin (15/11). "Fiber optik terganggu akibat adanya kerusakan yang disebabkan oleh galian yang sedang dilakukan pekerja proyek PT Kereta Api Indonesia (KAI)," ujar Kepala Hubungan Masyarakat PT KAI Daop 1 Jakarta, Mateta Rijalulhaq.

Menurut Mateta, kerusakan yang terjadi mulai Minggu malam hingga saat ini menyebabkan tidak berfungsinya sinyal pengatur lalu lintas kereta api sehingga tidak dapat berjalan beriringan. "Dengan kerusakan ini, kereta yang berangkat dan datang ke Jakarta harus diatur satu persatu agar tidak terjadi kecelakaan," ujarnya melalui telepon.

Dengan berubahnya pola operasional perjalanan kereta api, maka lalu lintas kereta api menjadi terlambat dan tidak teratur, kata Mateta. Menurut dia, kerusakan fiber optik terjadi di kawasan antara Stasiun Pasar Minggu hingga Stasiun Universitas Indonesia, menyebabkan keterlambatan kereta dari satu hingga tiga jam.
"Hingga saat ini, tingkat kerusakan fiber optik masih belum dapat kami perkirakan, dan masih dalam tahap perbaikan," ujarnya. 

PT KAI belum dapat memastikan kapan sinyal normal kembali. Salah seorang pengguna kereta listrik Jabodetabek, Yusuf Nurcahyo mengatakan, kereta listrik tujuan Bogor yang seharusnya berangkat dari gambir pukul 18.29 WIB baru bisa berjalan pukul 21.00 WIB.
Ia menambahkan, gangguan persinyalan ini juga berpengaruh pada kereta tujuan jarak jauh seperti kereta Parahyangan tujuan Bandung akibat kereta harus mengantri untuk melewati stasiun Manggarai. Kondisi ini juga semakin tidak teratasi karena aktifitas pada hari Senin pagi meningkat.
"Hari ini ternyata gangguan yang semalam belum selesai, saya jadi terlambat masuk kerja," katanya.

Gangguan ini juga menyebabkan beberapa penumpang terpaksa kembali ke rumah dan tidak masuk kerja. "Saya mau kembali ke rumah saja karena dengan menunggu KA waktu saya menjadi terbuang," ujarnya.

Yusuf mengeluhkan PT. KAI yang seharusnya memberikan kompensasi atau setidaknya memberikan moda angkutan pengganti seperti bus untuk mengantarkan penumpang ke stasiun berikutnya. "PT. KAI memohon maaf kepada para konsumen jasa angkutan kereta api atas gangguan yang terjadi, dan kami sedang mengusahakan yang terbaik bagi para penumpang KA," ujar Mateta. Ia menyarankan para penumpang sementara ini mencari moda angkutan lain hingga sinyal pengatur kembali normal.